Selasa, 03 April 2012

Pengertian Media Transmisi tanpa kabel (Wireless)


1. Bluetooth
Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas. Dari sini dapat kita tangkap bahwa jangkauan pengiriman data menggunakan bluetooth memiliki jarak yang lumayan pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah jika dibanding dengan frekuensi radio.

Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan atau menghilangkan penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.

2. Infra red

Dalam kehidupan sehari-hari sinar inframerah digunakan pada remote televisi. Remote TV mentransmisikan kode instruksi yang dibawa oleh sinar inframerah yang nantinya akan diterjemahkan oleh receiver dalam TV. Suatu jaringan nirkabel yang menggunakan cara yang seperti di atas untuk mentransmisikan data-data.

3. Gelombang Radio Narrow-Band
Gelombang Radio Narrow-Band disebut juga dengan Gelombang Radio Frekuensi Tunggal karena pada medium pentransmisiannya menggunakan gelombang radio berfrekuensi tunggal untuk mentransmisikan data. Adapun dalam penggunaannya gelombang ini dapat menempuh jarak yang lebih jauh dari pada sinar inframerah. Hal ini dikarenakan gelombang radio dapat memantul melalui dinding, gedung, bahkan atmosfer bumi. Tetapi gelombang radio ini tidak dapat menembus dinding yang terbuat dari besi.

4. Gelombang Radio Spread Spectrum
Transmisi data menggunakan gelombang radio spread spectrum dikembangkan oleh angkatan bersenjata untuk memecahkan beberapa masalah komunikasi dengan gelombang radio. Dalam teknik ini gelombang radio menggunakan beberapa frekuensi untuk mentransmisikan data. Spread spectrum memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap gangguan dari luar dibandingkan dengan teknik gelombang radio frekuensi tunggal.

5. Gelombang Mikro (microwave)
Penggunaan media penghubung dengan microwave (gelombang mikro) memiliki kelebihan pada jaraknya yang tidak terbatas. Terdapat dua jenis teknik transmisi microwave, yaitu:

a. Terrestrial Microwave

Pada teknik Terrestrial Microwave menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di bumi. Jaringan telepon antar kota yang biasanya menggunakan menara relay adalah salah satu contoh penggunaan gelombang mikro jenis terestrial. Untuk mentransmisikan gelombang mikro biasanya digunakan antenna parabola yang menghasilkan sinyal terpusat. Antena parabola juga digunakan pada penerimanya. Pengaturan letak antena parabola yang akan digunakan sebagai transmitter dan receiver pada teknik ini harus diperhatikan, mengingat sifat dari sinyal yang dipancarkan adalah terpusat dan bukan tersebar. Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya beroperasi pada frekuensi antara 4-6 GHz dan 21-23 GHz.

b. Satellite Microwave

Pada teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai relaynya. Tiap-tiap stasiun di bumi menggunakan antena parabola untuk berkomunikasi dengan satelit. Satelit berfungsi mentransmisikan kembali sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh stasiun yang berbeda. Apabila stasiun yang dituju letaknya berlawanan dengan letak satelit yang digunakan sebagai relay, maka satelit tersebut akan memancarkan sinyal ke satelit lainnya yang letaknya tidak berlawanan dengan stasiun tujuan. Karena jarak yang ditempuh oleh suatu sinyal yang ditransmisikan dari bumi (station transmitter) menuju satelit dan kembali lagi menuju bumi (satelit receiver) sangat jauh, maka terdapat propagation delay yang berkisar antara 0,5 hingga 5 detik. Gelombang mikro ini beroperasi pada frekuensi antara 11-14 GHz dengan bandwidth antara 1-10 Mbps.


Read more: http://bleckurant.blogspot.com/2010/03/media-transmisi-tanpa-kabel-wireless.html#ixzz1qyYKGY3H

kategori twisted pair


Table Kategori Twisted Pair (UTP / STP)


CategoryBitrateBandwidthAplikasi untukAnalog/
Digital
Jarak
1<100 kbps0.4 MHzTelephone and modem linesAnalog10m
22 Mbps? MHzOlder terminal systems, e.g. IBM 3270Analog/
Digital
50m
310 Mbps16 MHz10BASE-T and 100BASE-T4 EthernetDigital100m
420 Mbps20 MHz16 Mbit/s Token RingDigital100m
5100 Mbps100 MHz100BASE-TX & 1000BASE-T EthernetDigital100m
5e100 Mbps100 MHz100BASE-TX & 1000BASE-T EthernetDigital100m
6200 Mbps250 MHz1000BASE-T EthernetDigital100m
6e200 Mbps250MHz (500MHz according to some)Not a standard; a cable maker's own label.Digital100m
6a200 Mbps500 MHz10GBASE-T EthernetDigital100m
7600 Mbps600 MHzTelephone, CCTV, 1000BASE-TX in the same cable. 10GBASE-T Ethernet.Digital100m
7a600 Mbps1000 MHzTelephone, CATV, 1000BASE-TX in the same cable. 10GBASE-T Ethernet.Digital100m
8600 Mbps1200 MHzUnder development, no applications yet.Digital100m

macam konektor kabel jaringan


1. Konektor pada kabel Coaxial

Pada kabel coaxial konektor yang digunakan yaitu konktor Bayonet Neil Concelman (BNC). Adapter-adpter dengan tipe berbeda tersedia unutk konktor BNC, termasuk konektor T, konektor barrel, dan terminator. Ada beberapa tipe konektor BNC diantara lain BNC RG59, BNC RG6, BNC to BNC, dan BNC RCA. konektor BNC ini biasa digunakan untuk perangkat CCTV (baik monitor, DVR, maupun kamera).





2. Konektor pada kabel Twisted Pair

Sebelumnya saya sudah memberikan informasi kepada sobat tentang kabel twisted pair. Twisted pair ada 2 jenis yaitu Unshilded Twisted Pair (UTP) dan Shilded Twisted Pair (STP). Untuk konektor kabel UTP biasa menggunakan konektor RJ45 sedangkan STP menggunakan RJ11.

RJ45
Konektor ini berfungsi untuk menghubungkan kabel UTP dengan NIC atau perangkat lainnya. Harga konektor ini cukup murah dan pemasangannya sangatlah mudah dan popular di kalangan pengguna jaringan LAN. Ciri-ciri konektor RJ45 adalah warna konektor yang bening dan terdapat 8 pin tembaga di ujung konektor.

RJ11
Konektor ini biasanya disandingkan dengan kabel STP. RJ11 adalah konektor yang dipergunakan dalam jaringan telepon. RJ11 hampir mirip dengan RJ45, yang membedakan adalah bentuknya yang mini dan pin RJ11 hanya terdapat 4 pin.

3. Konektor pada kabel Fiber Optik

a) Konektor FC : digunakan untuk jenis kabel single mode dengan akurasi yang tinggi untuk menghubungkan kabel dengan transmiter maupun receiver.
b) Konektor SC : digunakan dalam jenis kabel single mode dan bisa dilepas dan dipasang kembali. Konektor SC brntuknya persegi dan lebih mudah dihubungkan ke area yang ditentukan.
c) Konektor ST : bentuknya sperti bayonet berkunci dan hampir mirip dengan konektor BNC. Umum digunakan pada jenis kabel single mode maupun multi mode.
d) Konektor Bionic : jenis konektor yang pertma kali muncul dalam komunikasi fiber optik dan jenis ini sekarang sudah sangat jarang digunakan.
e) Konektor D4 : jenis ini hampir mirip dengan konektor FC, hanya berbeda ukurannya. Perbedaannya sekitar 2mm pada bagian ferrule-nya.
f) Konektor SMA : jenis konektor ini lebih dulu muncul dari konektor ST yang sama-sama mempunyai penutup dan pelindung.
g) Konektor MT-RJ : konektor yang baru dan lebih popular. Konektor MT-RJ meggunakan model plastik seperti yang digunakan konektor RJ45, yang memudahkan untuk dipasang. Dua kabel fiber terhubung ke dalam satu konektor, sama dengan konsep konektor SC.